Peserta Quranic Camp Gelombang Pertama Diberangkatkan
![]() |
| Santri peserta Quranic Camp di Multazam 3 Banten |
Para peserta akan mengikuti Quranic Camp ini selama dua pekan, yaitu dari tanggal 14 hingga 28 Januari 2024. Tujuan program ini dimaksudkan untuk akselerasi para santri dalam menghafal al-Quran dengan suasana yang lebih sejuk, asri dan hening, sehingga diharapkan para santri akan lebih konsentrasi dalam menghafal al-Quran. Selain itu, ditempatkannya santri di kampus 3 Banten juga, sebagai pengenalan kepada santri dan warga sekitar akan lokasi baru Pesantren Al-Multazam kampus 3 yang baru dibangun 6 (enam) lokal beserta mesjidnya selama hampir 1 (satu) tahun terakhir ini.
![]() |
| Peserta Quranic Camp berkunjung ke Masjid Banten Lama |
Rencananya, program Quranic Camp ini akan berlangsung selama dua bulan ke depan hingga menjelang bulan Ramadhan dengan peserta secara bergantian yang terbagi dalam empat gelombang. Gelombang Pertama santri putra Takhassus Tahfizh , santri putri Takhassun Tahfizh, Santri kelas 7 putra dan santri kelas 7 putri.
Kunjungan Tamu Dari Turki ke Pesantren TEI Multazam: Membedah Pengantar Pemikiran Tokoh Ulama Turki; Syeikh Said Nursi

Memberi Tausiyah di hadapan para santri
Rabu, 13 Desember 2022 Pesantren TEI Multazam - Rumpin dikunjungi dua tokoh dari negara yang berbeda. Pertama DR. Hoca Hasbi Sen (asal Turki) dan DR. Najib al-Saody al-Yamani (berasal dari Yaman). Hoca Hasbi (Hoca: ustadz) berassal dari Turki beristri orang Indonesia, sedangkan Syeik DR. Najib adalah keturunan Yaman dan menjadi dosen di Istanbul Turki.
Dalam tausiyahnya, Syeikh DR Najib menekankan pentingnya
ikhlas dalam setiap ucapan dan perbuatan, termasuk dalam menuntut ilmu. Ikhlas
itu -katanya- semua ucapan dan perbuatan ditujukan hanya untuk dan karena
Allah.
![]() |
| Meninjau Kampus 2 Putri |
Beliau juga menekankan perlunya persatuan umat Islam dalam
bingkai ukhuwah. Jika ukhuwah kuat, maka musuh akan gentar kepada umat Islam.
“Itulah sebabnya saat pertama Nabi saw tiba di Madinah dalam
hijrah, langkah pertama yang dilakukan Nabi adalah membangun Masjid dan
mempersaudarakan antara muhajirin dan anshar. Membangun masjid untuk menempa
iman (hubungan dengan Allah) agar timbul rasa ikhlas dalam setiap perkataan dan
perbuatan. Sedangkan persaudaraan dapat memperkuat persatuan di dalam internal
kaum muslimin.” Ungkap Syeikh Najib saat
memberi tausiyah dalam bahasa Arab yang diterjemahkan oleh Ust. Haris Nasution.
![]() |
| Berfose di kediaman pengasuh Pesantren |
Beliau menambahkan, “Buku ini sudah dicetak dalam bahasa
Arab dan bahasa Indonesia”. Tambahnya dalam bahasa Indonesia
![]() |
| Ramah Tamah di Cafe "SANTRIBACK" |
Usai acara tausiyah di Masjid Pondok, rombongan berkesempatan
meninjau kampus 2 asrama santri putri yang tidak jauh dari kampus 1 asrama
santri putra.
Baik Hoca Hasbi maupun Syeikh Najib al-Yamani berharap semoga
dari 1000 santri yang ada di pesantren Multazam ini akan lahir para ulama dan
pemimpin umat da bangsa.
Aamiin
Tim Wushu Kungfu Santri Multazam Raih Juara Umum

Pengasuh Pesantren membuka Lomba Wushu Kugfu
Bogor - Tim Wushu Kugfu Santri Pesantren TEI Multazam meraih Juara Umum pada
Perlombaan Wushu Kungfu antar pelajar se-Jabodetabek pada Ahad kemarin 21
Nopember 2023 di Pesantren TEI Multazam Rumpin - Bogor.
Tim Wushu Kungfu Multazam berhasil meraih 7 emas, 6
perak dan 7 perunggu. Tiga emas di
antaranya diraih oleh Akhi Jagad dalam tiga jurus yang berbeda.
Lomba Wushu Kungfu ini diikuti oleh 100 peserta dari 30
sekolah dan pesantren se-Jabodetabek. Dalam sambutan pembukaan lomba, pengasuh
Pesantren TEI Multazam KH. Muhammad Jamhuri, Lc.MA. menyambut baik acara lomba
ini, “Karena ini bagian dari upaya menjadi mukmin yang baik dan dicintai Allah,
sebagaimana sabda Nabi saw: "Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih
dicintai Allah dari pada mukmin yang lemah.” Ujarnya mengutip sebuah hadits
Nabi.
Sementara itu, Sartono yang juga Pelatih Wushu di berbagai
sekolah sekaligus panitia berharap agar lomba ini dijadikan sebagai ajang
silaturrahmi antar anggota Wushu sekaligus menakar kemampuan masing-masing
sekaligus belajar untuk meningkatkan kemampuannya
Pengasuh Pesantren TEI Multazam Berkunjung ke Kuttab Syaikh Abdul Wahid di Maroko : Gunakan Metode Tahfizh Quran dengan Lauhah
Catatan Rihlah
![]() |
| Bersama santri Kuttab Syaikh Abdul Wahid di Maroko |
![]() |
| Metode Tahfizh dengan Lauhah di Maroko |
![]() |
| Jamuan menu khas Maroko "Kush-kush" |
Sebelum pamitan, kami masih disuguhi makam malam dengan menu khas Maroko berupa kush-kush yang terbuat dari gandum dan jagung

.jpeg)




.jpeg)
