Bogor- Senin 15 Agustus 2011, Metro Departemen Store dan Rumah Zakat datang mengunjungi Pesantren Ekonomi Islam Multazam dalam rangka "Berbagi Kebahagiaan" kepada santri dan masyarakat setempat.
Dalam kunjungan itu mereka membawa 300 paket bingkisan lebaran untuk dibagikan kepada kaum dhuafa dan masyarakat sekitar pesantren. Setiap paket berisi 5 kg beras, 1/2 kg gula putih, 1 minyak sayur Sania dan 10 bungkus mi instan.
Rombongan tiba pukul 12.00 yang disambut oleh pengasuh Pesantren KH. Muhammad Jamhuri. Usai sholat zuhur, bingkisan paket langsung dibagikan kepada masyarakat dari empat RT, serta para guru SDN Malahpar dan guru pesantren.
Dalam sambutannya, KH. Muhammad Jamhuri menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rumah Zakat Metro Departemen store yang datang jauh-jauh dari Jakarta ke tempat ini meskipun akses jalannya yang masih sulit karena kondisi jalan yang masih rusak.
Sementara itu, Harry, mewakili Metro Departemen Store, menyampaikan sambutan bahwa program ini merupakan bentuk kepeduliaan perusahaan dan para pelanggannya. Metro Departemen Store adalah pasar swalayan yang menjual berbagai jenis fashion.
Para penerima bingkisan mengaku senang mendapat bingkisan lebaran secara cuma-cuma tersebut, seperti yang diungkap Bapak jaro, "Keberadaan pesantren membawa berkah buat warga".
Pesantren Multazam Menerima Bantuan 1 Unit Jenset
Bogor - Pesantren Multazam menerima bantuan satu unit jenset dari salah seorang tokoh Tangerang bernama Andre. Jenset yang bermerek Honda berkekuatan 7000 pk itu diserahkan oleh Bapak Imam yang juga wali santri pada Ahad 31/7/11.
Dalam serahterima sumbangan itu, pengasuh pesantren KH. Muhammad jamhuri beraharap semoga jenset ini berguna bagi para santri, karena di daerah pesantren sering mati listrik jika datang hujan atau petir. "Semoga Allah selalu menerangi jalan hidup orang yang bersedekah ini sebagaimana jenset ini dapat menerangi para santri" tutur Jamhuri.
Sumbangan jenset dari Bapak Andre pernah mencuat saat beliau bertemu dengan pengasuh pesantren di Madinah saat melaksanakan ibadah umroh. Niat suci ditempat yang suci kini sudah terealisasi. Semoga Allah membalas kebaikannya.
Dalam serahterima sumbangan itu, pengasuh pesantren KH. Muhammad jamhuri beraharap semoga jenset ini berguna bagi para santri, karena di daerah pesantren sering mati listrik jika datang hujan atau petir. "Semoga Allah selalu menerangi jalan hidup orang yang bersedekah ini sebagaimana jenset ini dapat menerangi para santri" tutur Jamhuri.
Sumbangan jenset dari Bapak Andre pernah mencuat saat beliau bertemu dengan pengasuh pesantren di Madinah saat melaksanakan ibadah umroh. Niat suci ditempat yang suci kini sudah terealisasi. Semoga Allah membalas kebaikannya.
Tarhib Ramadhan di Pesantren Multazam
Bogor - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Pesantren Terpadu Ekonomi Islam MULTAZAM telah mengadakan acara TARHIB RAMADHAN (Sambut Ramadhan). Acara yang bertemakan "Tiada Hari Tanpa Membaca al-Qur'an" itu diisi dengan berbagai acara, di antaranya Takbir Akbar dan Pawai Santri.
Takbir Akbar yang diselenggarakan pada Sabtu 30/7/11 diikuti oleh para wali santri dan penduduk sekitar. Tampak masjid tempat dilangsungkannya acara dipenuhi para jamaah. Hadir memberikan taushiyah pada acara tersebut Ustzh Kinkin Annida (dari Serpong), Ustzh H. Yayah (dari Temanggungan), KH. Muhammad Jamhuri Lc, MA (selaku pengasuh pesantren). Hadir pula ketua BKMT kecamatan Rumpin Ustzh. Rowiyah.
Baik ustzh Kinkin Annida maupun Ustzh. Yayah menekankan pentingnya pendidikan bagi putera-puteri, sebagai bekal masa depan mereka. Keduanya juga menekankan bekal ilmu dalam menghadapi bulan Ramadhan agar pahala puasa tidak batal.
Esok harinya (Ahad 31/7/11) didakan pawai santri menyusuri kampung Parigi yang berada di sekitar pondok pesantren. Dalam yel-yel nya para santri mengajak masyarakat untuk menyambut datangnya bulan Ramadahan dan mengisinya dengan ibadah. Selain itu, mereka pun menyebarkan jadwal imsakiyah Ramadhan.
Beasiswa Belajar di Pesantren Multazam
Bersama ini, Pesantren Terpadu Ekonomi Islam "MULTAZAM" memberikan beasiswa kepada calon santri berprestasi tidak mampu (dhuafa atau yatim) untuk belajar di pesantren tersebut (Tingkat Tsanawiyah) Th Ajaran 2011-2012 , dengan ketentuan sebagai berikut:
Syarat mendapat beasiswa:
1. Lulus SD/MI/sederajat.
2. Surat Keterangan tidak mampu dari kelurahan/desa
Beasiswa berupa:
1. Bebas biaya sekolah, asrama dan makan
2. bebas biaya pendaftaran
Beasiswa tidak termasuk:
1. Alat belajar (buku tulis, pena, dll)
2. buku bacaan (akan dipinjamkan sementara hingga mendapat donator akan digratiskan)
3. Alat perlengkapan pribadi
4. Biaya ujian semester
5. Uang saku
Kami pun mengundang Bapak/Ibu/Sdr yang siap menjadi orang tua asuh untuk santri tidak mampu/yatim untuk mengulurkan tangannya membantu mereka. Jazakumullah
Keterangan lebih lanjut, hubungi: 08121978117, 081382297785, 085717758778 atau klik
http://ptei-multazam.blogspot.com
Syarat mendapat beasiswa:
1. Lulus SD/MI/sederajat.
2. Surat Keterangan tidak mampu dari kelurahan/desa
Beasiswa berupa:
1. Bebas biaya sekolah, asrama dan makan
2. bebas biaya pendaftaran
Beasiswa tidak termasuk:
1. Alat belajar (buku tulis, pena, dll)
2. buku bacaan (akan dipinjamkan sementara hingga mendapat donator akan digratiskan)
3. Alat perlengkapan pribadi
4. Biaya ujian semester
5. Uang saku
Kami pun mengundang Bapak/Ibu/Sdr yang siap menjadi orang tua asuh untuk santri tidak mampu/yatim untuk mengulurkan tangannya membantu mereka. Jazakumullah
Keterangan lebih lanjut, hubungi: 08121978117, 081382297785, 085717758778 atau klik
http://ptei-multazam.blogspot.com
Kedatangan Rombongan Ibu Pengajian Dari Tangerang ke Pesantren Multazam
Bogor - Rombongan Pengajian Ibu-ibu atau yang dikenal Kelompok Halaqoh Ummahat (KHU) berkunjung ke Pesantren Terpadu Ekonomi Islam MULTAZAM pada hari Selasa, 17 Mei 2011 yang lalu. Ikut serta dalam rombongan sebanyak empat mobil itu, suami dan anak-anaknya.
Kedatangan mereka disambut oleh umi Ratna Sari, isteri pengasuh pesantren. Rasa melepas rindu pun terlihat saat mereka bertemu. Karena sebelumnya, sebagian mereka adalah juga teman-teman lama saat tinggal di Tangerang.
Mereka terharu dengan kondisi lingkungan pesantren yang membutuhkan pengorbanan besar dan kesabaran. Hingga sepulang dari kunjungan, ada yang membuat profil di BlackBerry nya dengan profil @multazam boarding school. Ada pula yang akan mempromosikan pesantren ke komite sekolah tempat anaknya sekolah SD saat ini. Subhanallah....
Kedatangan mereka disambut oleh umi Ratna Sari, isteri pengasuh pesantren. Rasa melepas rindu pun terlihat saat mereka bertemu. Karena sebelumnya, sebagian mereka adalah juga teman-teman lama saat tinggal di Tangerang.
Mereka terharu dengan kondisi lingkungan pesantren yang membutuhkan pengorbanan besar dan kesabaran. Hingga sepulang dari kunjungan, ada yang membuat profil di BlackBerry nya dengan profil @multazam boarding school. Ada pula yang akan mempromosikan pesantren ke komite sekolah tempat anaknya sekolah SD saat ini. Subhanallah....
Langganan:
Postingan (Atom)