Rektor Universitas Al-Qurowiyin dan Ketua Majlis Ulama Maroko Kunjungi Pesantren Multazam

Syeikh Mustofa Najeem beri kuliah umum
Bogor - Rektor Universitas Al-Qurowiyin yang juga ketua Majlis A'la Ulama Maroko, Syeikh DR, Musthofa Najeem berkujung ke Pesantren Terpadu Ekonomi Islam Multazam-Bogor pa
da Rabu, 10 Agustus 2016 kemarin. Kehadiran beliau di Pesantren Multazam tepat saat adzan Maghrib berkumandang ditemani oleh KH. Ilyas Marwal (Pengasuh Pesantren Nurani-Jakarta) dan KH. Musthofa Mughni (Pengasuh Pesantren Daarul Mughni Cilengsi-
Bogor).
Berfoto bersama para guru

Dalam kesempatan kunjungan beliau memberi kuliah umum berjudul "Mustaqbal al-Tarbiyah al-Islamiyah"(Masa Depan Pendidikan Islam).. Dalam kuliahnya yang menggunakan bahasa Arab, beliau menyampaikan bahwa masa depan nanti adalah milik para penuntut ilmu/santri yang rajin dan gigih dalam menuntut ilmu. Beliau juga menyampaikan, bahwa sumber segala ilmu adalah al-Quran dan jika
Para santri antusias mendengarkan taujih
ingin menguasai cabang ilmu-ilmu maka hendaknya kita menghafal al-Quran.Beliau juga membuka kesempatan kepada setiap santri yang ingin melanjutkan studinya di Maroko , terutama pelajar yang berasal dari Indonesia, karena Indonesia mempunyai banyak persamaan dengan Maroko. "Kami mengenal akhlak orang Indonesia melalui ibadah haji, kami melihat orang-orang Indonesia santun, sabar, tertib dan rajin" tambah beliau yang disambut tepuk tangan para santri dan teriakan takbir.

Dalam pesannya kepada para santri, beliau berharap para santri menjadi kebanggaan orang tuanya, kebanggan gurunya, kebanggan umatnya dan kebanggan bangsa, yang juga disambut kalimat amin dan tepuk tangan santri.

Sementara itu, Pengasuh pesantren Multazam, KH. Muhamad Jamhuri dalam acara itu melaunching program Takhassus Tahfizh. Program ini akan digulirkan pendaftarannya di bulan Agustus ini, sekaligus memperingati hari kemerdekaan. Dengan program Takhassus ini diharapkan akan lebih banyak lagi melahirkan hafizh dan hafizhah, karena salah satu persyaratannya semasa karantina nanti, santri takhassus harus dapat menghafal minimal 3 (tiga) halaman dalam seharinya. "Bila mushaf al-Quran berjumlah 604 halaman, maka saya yakin, anak-anakku akan jadi hafizh/hafizah dalam kurun waktu setahun dengan murojaahnya" ungkap Jamhuri.



KH. Syukron Makmun Resmikan Rumah Quran Multazam


Penandatangan prasasti peremian Rumah Quran

Tausiyah KH.Syukron Makmun
Pengasuh Pesantren Multazam

Bogor - Kyai kharismatik dan Ulama Senior DR.KH. Syukron Makmun meresmikan Rumah Quran Multazam di komplek Pesantren Terpadu Ekonomi Islam Multazam pada Rabu 27 Juli 2016 lalu. Persmian ditandai dengan penandatanganan batu prasasti dan menggunting pita asrama Rumah Quran.

Dalam tausiyahnya beliau menyampaikan bahwa orang-orang yang ikut menjaga kelestarian al-Quran adalah orang-orang pilihan. Selain orang-orang yang hafal quran, orang-orang yang mendanai sarana penjagaan al-quran adalah termasuk yang mendapat kemuliaan dari Allah. Beliau mengutip ayat al-Quran "Sesungguhnya Kami yang menurunkan al-Quran dan Kami yang menjaganya"

Kyai senior yang berusia 76 tahun menyampaikan tausiyahnya hampir dua dan berbicara mengenai al-Quran, mulai dari keutamaan, sejarah, kemukjizatan, keilmiahan hingga keunggulannya dibanding kitab-kitab lainnya.

Sementara itu, pengasuh Pesantren Multazam KH. Muhammad Jamhuri dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rumah Quran Multazam ini dibangun, diwakafkan dan didedikasikan oleh seorang dermawan untuk para santri penghafal al-Quran, terutama putera-puteri usia sekolah dasar.

Pada pembukaan pendaftaran perdana, Rumah Quran Pesantren Multazam ini telah menerima 16 santri baru usia sekolah dasar, putera 13 orang dan puteri 3 orang. Mereka dibina oleh 5 orang guru dan musyrif dan mysrifa, dua diantaranya adalah guru hafizhah.



Undangan Peresmian Gedung Rumah Quran dan Khutbatul Arsy wat Ta'atuf

UNDANGAN:

Kpd Yang Kami Hormati:
Kaum Muslimin dan Wali Santri...hafizhokumullah..

Assalamu'alaikum wr wb.
Bersama ini kami mengundang Bpk/Ibu/Sahabat/Ikhwan/Akhwat pd acara:
  1. Peresmian Gedung Rumah Al-Quran for Kids Pesantren Tahfizh & Ekonomi Islam Multazam, pd hari Rabu 27 Juli 2016 pkl 09.00 wib s/d selesai. Tempat PTEI Multazam oleh: KH. Syukron Makmun (Pendiri dan Pengasuh Pesantren Daarul Rahman Jakarta) ket: acara terbuka untuk umum.
  2. Khutbatul Arsy wat Ta'aruf, pd Ahad 7 Agustus 2016 pkl 08.00 s/d selesai. Tempat: PTEI Multazam (acara khusus utk walisantri lama dan baru serta civitas pesantren Multazam)
Besar harapan kami akan kehadiran dan doa restu bpk/ibu/ikhwan/akhwat..

Wassalamu'alaikum wr wb.

Pengasuh
Muhamad Jamhuri

Santri Baru Mulai Mukim 17 Juli 2016

PEMBERITAHUAN

Diberitahukan kepada orang tua calon santri baru yang putera-puterinya dinyatakan diterima di Pesantren Terpadu Ekonomi  Islam Multazam, bahwa calon santri mulai MUKIM pada hari AHAD, 17 JULI 2016 mulai PUKUL 09.00 - 16.00 WIB.

Adapun perlengkapan yang dibawa adalah:


1.       Perlengkapan Pakaian
a.       Baju dan celana salinan secukupnya
b.      Sandal
c.       Sepatu
d.      Kaos kaki
3.       Perlengkapan Mandi:
a.       Handuk
b.      Gayungan
c.       Sabun, odol, sikat gigi, shampoo 
4.       Perlengkapan belajar/sekolah:
a.       Baju dan celana seragam (baju putih dan celana biru  SMP)/abu-abu) (SMA)
b.       Buku tulis, pulpen, penggaris, busur,
5.       Perlengkapan Ibadah
a.       Peci, sarung, baju koko putih (laki-laki), mukena (perempuan)
b.      Sajadah
c.       Mushaf al-Qur’an,
d.       Buku do’a  sehari-hari
6.       Perlengkapan Makan dan minum:
a.       Piring dan mangkok
b.      Sendok, garpu
c.       Gelas atau mug 
7.       Perlengkapan Kesehatan:
a.       Membawa obat-obatan ringan yang biasa dipakai jika sakit

CATATAN:

  1. Lemari, kasur dan bantal sudah disediakan oleh pesantren
  2. Buku pelajaran dapat dibeli di koperasi pesantren (cash dan carry)
  3. Seragam batik, olah raga dan seragam koko sudah disediakan di pesantren

OJK Edukasi 300 Santri Gemar Menabung

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaksanakan safari Ramadhan ke Pondok Pesantren Terpadu Ekonomi Islam Multazam, Bogor. OJK memberikan edukasi pentingnya menabung dan mengelola keuangan dengan baik kepada 300 santri.
Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Kusumaningtuti S. Soetiono mengatakan, edukasi ini sengaja dilakukan di bulan Ramadhan. Pasalnya, pada bulan ini santri diajak menyisihkan uang makan sehari-hari untuk menabung.
"Islam mengajarkan hemat, disiplin, hasilnya bisa sedekah," ujar Kusumaningtuti, di Pondok Pesantren Terpadu Ekonomi Islam Multazam, Rumpin, Bogor, Kamis (9/6). Dia menuturkan, edukasi seperti ini secara bertahap akan dilakukan keseluruh pesantren di Indonesia. Hanya saja tahun ini baru di wilayah Jabodetabek. 

Selain di Pesantren Multazam, safari Ramadhan juga akan dilakukan di Pondok Pesantren (Ponpes) As-Syafi'iyah Bekasi, Ponpes Al-Hassan Bekasi, dan hijabers community Jakarta. Kusumaningtuti berharap edukasi ini dapat menambah jumlah penabung usia muda. Dia menegaskan, edukasi seperti ini akan terus menyasar ke pesantren terpencil.

Pengasuh Ponpes Terpadu Ekonomi Islam Multazam, Jamhuri mengapresiasi kegiatan tersebut. Edukasi tersebut cocok dengan pesantren Multazam yang fokus pengembangan ekonomi Islam. "Acara ini sangat berguna bagi santri dan guru," kata Jamhuri.
Dia menuturkan, dengan edukasi ini, pesantrennya mendapatkan langsung dari praktisi keuangan. Selama ini hanya dari akademisi saja. Dia mengharapkan edukasi seperti ini terus dilanjutkan tidak hanya di saat Ramadhan. Sehingga masyarakat memiliki kegemaran untuk menabung.

Hal ini juga memiliki dampak positif kepada anak. Edukasi ini membuat santrinya bisa mengetahui terkait keuangan. "Bisa mempraktekkan, berinteraksi dengan lembaga keuangan," tuturnya.  Rahmat Fajar

(sumber: http://republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/16/06/09/o8i9ia313-ojk-edukasi-300-santri-gemar-menabung)
Ada kesalahan di dalam gadget ini