Pembangunan Gedung Quranic Boarding School for Kids Dimulai

Doa bersama dan Iftor Jama'i untuk kelancaran pembangunan
Bogor - Pembangunan gedung Quranic Boarding School for Kids (Pesantren Tahfizh Anak-anak) telah dimulai pada hari Senin 1 Pebruari 2016. Para santri Pesantren Multazam ikut mendoakan untuk kelancaran pembangunan gedung tersebut. Hal ini terlihat dari acara doa bersama para santri yang diadakan pada hari Kamis 4 Pebruari 2016 yang ditutup dengan buka puasa bersama (Ifthor Jama'i) puasa sunnah hari Kamis.

Lokasi tanah yang akan dibangun gedung terletak di selatan samping Pesantren Terpadu Ekonomi Islam Multazam yang sudah berdiri enam tahun lalu. Rencananya pembangunan gedung akan selesai di bulab Juni, sehingga dapat digunakan untuk ajaran 2016-2017.

Saat ini, Penerimaan Santri Baru untuk kelas 1, 3 dan 4 SD/MI telah dimulai. Bagi bapak/ibu yang akan menitipkan putera-puterinya untuk belajar membaca dan menghafal al-Quran dipersilakan mendaftar. Dan para calon santri baru akan mulai mukim di pesantren pada bulan Juli setelah Hari Raya Idul Fitri

PTEI Multazam Raih Empat Piala Pada Quranic Festival di Pesantren Ruhul Jadid

Para juara lomba disambut pengasuh pesantren
Tangerang - Pesantren Terpadu Ekonomi Islam MULTAZAM kembali meraih empat piala pada lomba-lomba di acara Qur'anic Festival yang diadakan Pesantren Ruhul Jadid, Cikupa - Tangerang.

Pada acara yang diikuti para santri sejabotabek itu, santri-santri Multazam mendapat juara berbagai lomba. Beberapa lomba yang berhasil dimenangkan oleh para santri Multazam adalah:
Juara 1 Lomba MHQ (Musabaqoh Hifzhul Quran) tingkat SMA/Aliyah
Juara 1 Lomba CCQ (Cerdas Cermat al-Quran) tingkat SMA/Aliyah
Juara 2 Lomba MHQ (Musabaqoh Hifzhul Quran) tingkat SMP/Mts
Juara 2 Lomba Nasyid tingkat SMA/Aliyah

Yang unik dalam perlombaan CCQ (Cerdas Cermat al-Quran) adalah para peserta dari pesantren Multazam dengan spontan menjawab pertanyaan juri dengan menggunakan bahasa Arab. Padahal, para juri mengajukan pertanyaan dengan bahasa Indonesia. Mungkin, karena para santri Multazam terbiasa berbahasa Arab sehari-hari di lingkungan Pesantren. Seperti pertanyaan juri: "Sebutkan wanita-wanita yang haram dinikahi !" Dengan spontan peserta dari santri Multazam menjawab, "al-umm, al-bintu, al-ukhtu, al-'ammatu, al-kholatu ,,," Saat itu juri sampai kebingungan dan bertanya, "Apa tuh artinya?" Peserta menjawab, "Ibu, anak perempuan, saudara perempuan, bibi dari bapak, bibi dari ibu ..." Lalu juri berkata: "Betul..100 !"

Setibanya rombongan peserta kembali ke Pesantren Multazam, mereka langsung disambut Pengasuh Pesantren Multazam, KH. Muhammad Jamhuri yang saat itu baru saja selesai menunaikan shalat Ashar berjamaah. #



Praktek Mengajar dan Magang Bisnis Menjadi Kurikulum yang Harus Diikuti Kelas Akhir

Bogor - Pesantren Terpadu Ekonomi Islam Multazam mengadakan Praktek Mengajar ('Amaliyahal-Tadris) atau Micro Teaching bagi santri kelas 3 (tiga) Aliyah atau kelas akhir dalam periode belajar di Pesantren. 'Amaliyah al-Tadris ini dimulai sejak Senin 25 Januari 2016 dan akan berlangsung hingga awal Pebruari.

Program ini merupakan kurikulum yang harus diikuti oleh seluruh santri kelas 3 (tiga) Aliyah di Pesantren Multazam. Selain program 'Amaliyah Tadris, mereka juga harus mengikuti program magang Bisnis (Dauroh Mihaniyah) yang akan diadakan setelah program Amaliyah Tadris.

Menurut Pengasuh Pesantren Multazam, KH. Muhammad Jamhuri, kedua program ini sengaja diberikan kepada para santri agar mereka mempunyai skill sehingga siap diterjunkan ke "Maidan al-'Amal" (medan kerja), baik di bidang pendidikan maupun bisnis, terutama enterpreneurship. Bahkan, jika pun para santri melanjutkan pendidikannya di universitas, diharapkan mereka tidak membebani orang tuanya dalam membiayai pendidikan lanjutannya. Hal ini, menurut Jamhuri, sesuai dengan tuntunan syariah Islam, bahwa seorang muslim yang memasuki usia baligh seharusnya sudah dapat menafkahi dirinya sendiri dan tidak merepotkan kedua orang tua.

Selain program di atas, para santri kelas akhir pun akan "diwajibkan" mengikuti program perkhidamatan (khidmah ijtimaiyyah)
selama setahun, baik di lingkungan internal Pesantren Multazam, maupun di pesantren dan lembaga lain. Saat ini beberapa pesantren telah meminta Pesantren Multazam untuk mengirim lulusannya berkhidmat di beberapa pesantren, di antaranya di daerah Bekasi, Serang dan Palembang.

Pesantren Multazam Akan Buka "Multazam Quranic Boarding School for Kidz"

Bogor - Pesantren Terpadu Ekonomi Islam Multazam dalam waktu dekat akan membuka "Multazam Quranic Boarding School for Kids" atau Pesantren Tahfizh Al-Quran untuk anak-anak usia  Sekolah Dasar/Ibtidaiyah. Rencananya, bulan Pebruari 2016 sudah dibuka pendaftarannya dan pembelajarannya akan dimulai bulan Juli 2016 sebagaimana kalender pendidikan nasional.

Saat ini lahan tanah untuk pembangunan Pesantren Tahfizh Anak-anak tersebut telah disiapkan, dan terletak berdampingan dengan Pesantren Induk, yakni Pesantren Terpadu Ekonomi Islam Multazam di daerah kampung Parigi Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupate Bogor. Direncanakan gedung pesantren tersebut akan rampung awal Juni 2016. Pembebasan Tanah serta bangunan dan perlengkapan asrama seperti ranjang tidur adalah sumbangan "amal jariyah" dari seorang donatur sebagai "tabungan" di akhirat dan demi melahirkan generasi qurani.

Untuk periode pertama tahun ajaran ini, Pesantren Tahfizh Anak-Anak Multazam hanya akan menerima calon santri maksimal sebanyak 32 orang, yang terdiri dari 16 santri putra dan 16 santri putri. Dan setiap 8 santri akan diasuhi oleh seorang pengasuh selain akan dibimbing para guru kelas. Calon santri adalah anak berusia 7 tahun untuk kelas 1 SD dan menerima siswa pindahan kelas 3 atau 4 SD/MI.

Berdirinya pesantren ini menjadi jawaban bagi banyak pertanyaan dan harapan para orang tua yang ingin "menitipkan" putr- putrinya sambil mempelajari dan menghafal al-quran, terutama yang kedua orang tuanya  sibuk bekerja di daerah jabodetabek.

Bagi Bapak dan Ibu yang berminat menitipkan putra-putrinya di Pesantren ini dapat datang langsung ke pesantren atau menghubungi 08121978117 (sms atau whastapp).




Ada kesalahan di dalam gadget ini