Kegiatan Ekskul Diaktifkan Kembali

Bogor - Kegiatan Ekstra Kurikuler atau ekskul kembali digiatkan di Pesantren Terpadu Ekonomi Islam Multazam. Pada tahun ini ekskul mengalami pertambahan pada bidang dan jenis kegiatan. Beberapa bidang bahkan dapat diikuti oleh santri putri. Beberapa tambahan kegiatan di antaranya Memenah dan Bola Basket dalam bidang olah raga. Sedangkan dalam bidang seni ada tambahan berupa drawing basic. Untuk Life Skill terdapat bidang tambahan yang cukup signifikan, antara lain Tata Boga, Magang Berbisnis, English Club, Menjahit.

Berikut bidang kegiatan ekskul yang sedang digalakkan di Pesantren Multazam:



A. Bidang Olah Raga

  1. Futsal
  2. Badminton
  3. Volley
  4. Basket
  5. Pencak Silat
  6. Wushu
  7. Tenis Meja
 B. Bidang Kesenian
  1. Marawis
  2. Hadroh
  3. Nasyid Islami
  4. Tari Saman
C. Bidang Life Skill:
  1. Design Grafis
  2. Video Editing
  3. Tata Boga
  4. Menjahit
  5. Handcraft
  6. Kalighrafy
  7. Grafity
  8. Hijamah (Bekam)
  9. Jurnalistik
  10. Jam'iyyatul Muballigihn wal Muballighot
  11. English Club
  12. Drawing Basic
  13. Magang Bisnis
Seluruh bidang kegiatan ini maksimal diikuti oleh 20 peserta dan berlaku untuk enam kali pertemuan. Setelah selesai masa tersebut, santri dibolehkan mengikuti cabang atau bidang kegiatan lain, atau mengulang dan mendalami bidang yang sama. Semoga kegiatan ini memberikan manfaaat.




Santri Multazam Ikut Serta Dalam Aksi Bela Islam di Jakarta. KH.M.Jamhuri: "Allah lah yang Menggerakkan Hamba-hambaNya Untuk Membela Al-Quran".

Santri PTEI-Multazam di tengah-tengah peserta Aksi Bela Islam
Jakarta -Beberapa santri Pesantren Terpadu Ekonomi Islam Multazam ikut serta dalam Aksi Bela Islam yang diikuti oleh para ulama dan kaum Muslimin seluruh Indonesia di Jakarta pada Jumat 4 Nopember 2016 yang lalu.

Para santri yang ikut serta tersebut adalah dari kalangan santri kelas 12 yang sudah dianggap dewasa dan mengerti perkembangan berita dan politik yang ada.

Santri Multazam berfose di sekitar Monas, Jakarta
Rombongan yang dipimpin oleh pengasuh pesantren bertolak dari pesantren pukul 10.30 Dan sebelum berangkat ke lokasi Aksi, Pengasuh pesantren KH. Muhammad Jamhuri terlebih dahulu menyampaikan khutbah Jum'at di Masjid An-Nabawi Perum Banjar Wijaya Tangerang. Dalam khutbahnya beliau menyampaikan tentang keagungan al-Quran dan jaminan penjagaan Allah terhadap al-Quran. Beliau menyampaikan bahwa kata "nahnu" (kami) yang digunakan pada surat al-Hijr: 9 (إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ ) dan bukan dhomir "ana" (saya), karena proses penjagaan dan pemliharaan al-Quran, Allah swt melibatkan hamba-hambaNya dari pemalsuan dan penistaan. Oleh sebab itu, mengapa jutaan umat Islam di Jakarta hari ini datang terpanggil melakukan Aksi Bela Al-Quran? Karena Allah swt lah yang menggerakkan hati-hati mereka untuk menjaga kemuliaan al-Quran dari sang Penista al-Quran." Demikian KH. Muhammad Jamhuri dalam khutbahnya sebelum berangkat ke lokasi Aksi di Jakarta. Usai khutbah Jum'at nampak jamaah di teras masjid bersemangat membahas isi khutbah Jum'at.  Bahkan ada salah satu Jamaah yang bertongkat yang berujar, "Pak ustadz, kalau saya bisa jalan tanpa tongkat, pasti saya sudah berangkat berjihad."

Selesai menyampaikan khutbah, pengasuh pesantren dan santri langsung menuju stasiun Tangerang, disana rombongan menuju lokasi Aksi dengan menggunakan kereta api. Dalam kereta api banyak elemen masyarakat lain yang juga akan menuju lokasi Aksi Bela Islam. Mereka ada yang berpakaian koko, jubah dan berpeci atau bersorban.

Di lokasi Aksi, nampak masyarakat menyemuti kawasan masjid Istiqlal dan Istana Negara. Beberapa elemen masyarakat yang tidak dapat mendekat panggung utama di sekitar Istana, mengadakan orasi-orasi, yel-yel dan nasyid-nasyid serta sholawat.

Rombongan Pesantren Multazam meninggalkan lokasi aksi pada pukul 17.00 dan keramaian dan antrian yang padat nampak di stasiun Juanda Jakarta, mereka berjubel antri yang akan pulang menuju rumah masing-masing. Rombongan santri Multazam tiba di Pesantren pukul 21.30




Dua Alumni Pesantren Multazam Akan Kuliah di Maroko

Jakarta - Dua alumni Pesantren Terpadu Ekonomi Islam MULTAZAM tahun ini akan melanjutkan studinya di Universitas Al-Qarawiyin - Maroko. Kedua alumni angkatan pertama yang lulus tahun ini adalah Muhammad Fauzi Azhar dan Nabila Fitria.

Keberangkatan calon mahasiswa Maroko dilepas oleh Pengasuh Pesantren Multazam, KH. Muhammad Jamhuri dan oleh KH. Musthopa Mughni pengasuh pesantren  Daarul Mughni al-Maliki, di Bandara Soekarno Hatta- Jakarta, kemarin kamis 6/10/2016  Calon mahasiswa yang berangkat tahun ini difasilitasi oleh MAIDAH (Majelis Ilmu dan Dakwah - Indonesia ) berjumlah  5 (lima) orang,  terdiri dari 3 orang berasal dari pesantren Daarul Mughni al-Maliki, 2 orang dari Pesantren Terpadu Ekonomi Islam Multazam, dan 1 orang dari Pesantren Buntet, Cirebon.

Sebelumnya, Rektor Universitas al-Qarawiyin-Maroko, Syeikh DR. Musthofa Najem sempat datang ke Indonesia dan mengunjungi beberapa pesantren, di antaranya adalah Pesantren Multazam. Dalam kesempatan kunjungan tersebut, beliau menyempatkan berdialog dan muqobalah (interview) dengan santri yang akan dikirim ke Maroko. Beliau menguji kemampuan bahasa Arab dan hafalan al-Quran.

Universitas al-Qarawiyin adalah universitas yang tertua di dunia, bahkan sebelum universitas Al-Azhar Cairo berdiri. ketika tahun 1998, Guinness Book of World Records menetapkan Universitas Al-Qarawiyyin sebagai kampus/perguruan tinggi tertua dan pertama di dunia yang memberikan gelar akademis.



Rektor Universitas Al-Qurowiyin dan Ketua Majlis Ulama Maroko Kunjungi Pesantren Multazam

Syeikh Mustofa Najeem beri kuliah umum
Bogor - Rektor Universitas Al-Qurowiyin yang juga ketua Majlis A'la Ulama Maroko, Syeikh DR, Musthofa Najeem berkujung ke Pesantren Terpadu Ekonomi Islam Multazam-Bogor pa
da Rabu, 10 Agustus 2016 kemarin. Kehadiran beliau di Pesantren Multazam tepat saat adzan Maghrib berkumandang ditemani oleh KH. Ilyas Marwal (Pengasuh Pesantren Nurani-Jakarta) dan KH. Musthofa Mughni (Pengasuh Pesantren Daarul Mughni Cilengsi-
Bogor).
Berfoto bersama para guru

Dalam kesempatan kunjungan beliau memberi kuliah umum berjudul "Mustaqbal al-Tarbiyah al-Islamiyah"(Masa Depan Pendidikan Islam).. Dalam kuliahnya yang menggunakan bahasa Arab, beliau menyampaikan bahwa masa depan nanti adalah milik para penuntut ilmu/santri yang rajin dan gigih dalam menuntut ilmu. Beliau juga menyampaikan, bahwa sumber segala ilmu adalah al-Quran dan jika
Para santri antusias mendengarkan taujih
ingin menguasai cabang ilmu-ilmu maka hendaknya kita menghafal al-Quran.Beliau juga membuka kesempatan kepada setiap santri yang ingin melanjutkan studinya di Maroko , terutama pelajar yang berasal dari Indonesia, karena Indonesia mempunyai banyak persamaan dengan Maroko. "Kami mengenal akhlak orang Indonesia melalui ibadah haji, kami melihat orang-orang Indonesia santun, sabar, tertib dan rajin" tambah beliau yang disambut tepuk tangan para santri dan teriakan takbir.

Dalam pesannya kepada para santri, beliau berharap para santri menjadi kebanggaan orang tuanya, kebanggan gurunya, kebanggan umatnya dan kebanggan bangsa, yang juga disambut kalimat amin dan tepuk tangan santri.

Sementara itu, Pengasuh pesantren Multazam, KH. Muhamad Jamhuri dalam acara itu melaunching program Takhassus Tahfizh. Program ini akan digulirkan pendaftarannya di bulan Agustus ini, sekaligus memperingati hari kemerdekaan. Dengan program Takhassus ini diharapkan akan lebih banyak lagi melahirkan hafizh dan hafizhah, karena salah satu persyaratannya semasa karantina nanti, santri takhassus harus dapat menghafal minimal 3 (tiga) halaman dalam seharinya. "Bila mushaf al-Quran berjumlah 604 halaman, maka saya yakin, anak-anakku akan jadi hafizh/hafizah dalam kurun waktu setahun dengan murojaahnya" ungkap Jamhuri.



KH. Syukron Makmun Resmikan Rumah Quran Multazam


Penandatangan prasasti peremian Rumah Quran

Tausiyah KH.Syukron Makmun
Pengasuh Pesantren Multazam

Bogor - Kyai kharismatik dan Ulama Senior DR.KH. Syukron Makmun meresmikan Rumah Quran Multazam di komplek Pesantren Terpadu Ekonomi Islam Multazam pada Rabu 27 Juli 2016 lalu. Persmian ditandai dengan penandatanganan batu prasasti dan menggunting pita asrama Rumah Quran.

Dalam tausiyahnya beliau menyampaikan bahwa orang-orang yang ikut menjaga kelestarian al-Quran adalah orang-orang pilihan. Selain orang-orang yang hafal quran, orang-orang yang mendanai sarana penjagaan al-quran adalah termasuk yang mendapat kemuliaan dari Allah. Beliau mengutip ayat al-Quran "Sesungguhnya Kami yang menurunkan al-Quran dan Kami yang menjaganya"

Kyai senior yang berusia 76 tahun menyampaikan tausiyahnya hampir dua dan berbicara mengenai al-Quran, mulai dari keutamaan, sejarah, kemukjizatan, keilmiahan hingga keunggulannya dibanding kitab-kitab lainnya.

Sementara itu, pengasuh Pesantren Multazam KH. Muhammad Jamhuri dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rumah Quran Multazam ini dibangun, diwakafkan dan didedikasikan oleh seorang dermawan untuk para santri penghafal al-Quran, terutama putera-puteri usia sekolah dasar.

Pada pembukaan pendaftaran perdana, Rumah Quran Pesantren Multazam ini telah menerima 16 santri baru usia sekolah dasar, putera 13 orang dan puteri 3 orang. Mereka dibina oleh 5 orang guru dan musyrif dan mysrifa, dua diantaranya adalah guru hafizhah.



Ada kesalahan di dalam gadget ini