KESEMPATAN BERAMAL

Lokasi Pembangunan Pesantren Multazam-3 Serang-Banten
 KESEMPATAN BERAMAL

 

Bersama ini kami mengetuk hati kaum muslimin dan muslimat yang peduli terhadap masa depan generasi muslim, untuk membantu kami, karena:

 

  1. Di tengah perjalanan proses pendidkan, ada saja santri yang ditinggal wafat oleh orang tuanya. Baik karena pandemi Corona maupun lainnya. Padahal santri tersebut berprestasi, sehingga mengganggu kestabilan kewajiban keuangannya. 
  2. Harapan masyarakat dapat menitipkan putra-putrinya di Pesantren TEI Multazam, namun karena keterbatasan ruang kelas dan kamar, maka penerimaan menjadi terbatas. Harapan mereka, kami dapat menerima sebanyak mungkin calon santri jika tersedia ruangan yang cukup unntuk mereka

Oleh sebab itu, kami mengetuk hati kaum muslimin dan muslimat untuk memberikan donasi melalui No. Rekenng dibawah ini, atau scan QR yang terdapat di bawah ini :


REKENING DONASI:

PESANTREN TEI MULTAZAM

REK NO. 1057789324

A/N : YAYASAN MULTAZAM BANI HWK

BANK SYARIAH MANDIRI

 

SILAKAN SCAN QRIS INI DENGAN HP ANDA

 

Edukasi Masyarakat Pesantren; Bank Syariah Indonesia (BSI) Adakan Shoting Film di Pesantren TEI Multazam

Pengambilan film di Kedai Santri
Bogor - Bank Syariah Indonesia (BSI) baru-baru ini mengadakan pengambilan shoting film di lokasi Pesantren Tahfizh dan Ekonomi Islam (PTEI) Multazam. Pengambilan film dengan latar belakang Pesantren TEI Multazam pada Senin 7/2/2022 tersebut dilakukan bekerja sama dengan Production House (PH) Barber Shot yang berlokasi di Bintaro. Pemilihan Pesantren TEI Multazam sebagai lokasi pengambilan shoting film dikarenakan Pesantren TEI Multazam telah lama bersinergi dengan BSI sejak BSI masih menjadi BRIS (BRI Syariah). "Selain lokasi dekat dengan Jakarta. Kami juga sudah kenal dengan Pesantren TEI Multazam". Ujar Rachmi Ekawati dari BSI.

Suasana shoting film di PTEI Multazam
Kegiatan pembuatan film ini dimaksudkan untuk mengedukasi masyarakat pesantren dengan berbagai jenis transaksi perbankan syariah, teruatama pelayanan yang diberikan oleh bank syariah terbesar bernama BSI (Bank Syariah Indonesia). "Agar umat Islam, khususnya masyarakat pesantren mengenal berbagai bentuk transaksi dan pelayanan yang ada di bank syariah". Ujar Rachmi Ekawati dari BSI Pusat dalam suatu kesempatan.

Dalam pengambilan film tersebut diperagakan berbagai bentuk transaksi, seperti pembukaan rekening, penggunaan dan fungsi scan QRS untuk infak pesantren dan masjid, scan kartu jajan di kantin yang ada di lingkungan pesantren, fasilitas pembiayaan bagi guru, dan masyarakat sekitar, pembuatan kartu santri serta penggunaan mesin ATM yang sudah tersedia di lingkungan pesantren Multazam.

Selain sebagai edukasi kepada masyarakat, nantinya film ini pun disebar kepada pesantren-pesantren di Indonesia yang telah bekerjasama dan bersinergi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI).  

Pengasuh Pesantren TEI Multazam, KH, Muhammad Jamhur menyambut baik kegiatan ini. "Karena,, selain diajarkan ilmu agama, di pesantren kami juga diajarkan mapel ekonomi Islam dan praktek berbisnis." Ujarnya


Language Festival, Peresmian Bahasa Dan Mimpi Multazam Menjadi Pesantren Internasional

Acara Language Festival & Peresmian Bahasa
Bogor - Acara Language Festival dan Launching Peresmian Bahasa yang meriah itu baru saja dilaksanakan semalam, (Sabtu 5/2/2022) di Pesantren TEI Multazam, yang ditandai dengan pemukulan bedug dan pengguntingan pita oleh pengasuh Pesantren TEI Multazam; KH. Muhammad Jamhuri.

Peresmian tersebut menandai dimulainya kewajiban para santri menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi sehari-hari, mulai santri kelas 7 hingga santri kelas 12. Sehingga bagi santri yang melanggar karena berbicara dengan selain dua bahasa tersebut akan mendapat sangsi mulai dari teguran hingga sangsi melakukan tugas tertentu.

Antusias santri menyaksikan Language Festival
Sebelumnya, santri kelas 7 masih diberi toleransi berbahasa Indonesia. Namun setelah belajar bahasa selama satu semester, mereka mulai diwajibkan mempraktekkan bahasa Arab dan Inggris dalam percakapan sehari-hari-nya.

Acara Language Festival ini berlangsung selama sepekan dengan berbagai aneka lomba yang berkaitan dengan dua bahasa Arab dan Inggris tersebut. Antara lain lomba Story Telling, Spell Bee, Wall Magazine, Advertising dan lain-lain. Dan sebagai puncak acara adalah Language Festival dan Peresmian Bahasa yang menampilkan aneka seni dan keterampilan menggunakan bahasa Arab dan Inggris. Antara lain: Drama Bahasa Inggris, Pidato Bahasa Arab, Fukahah (Lawak) berbahsa Arab serta Nasyid berbahasa Arab dan Inggris.

Adapun para peserta yang meraih juara dalam lomba-lomba tersebut adalah sebagai berikut: Juara Lomba Mading 2 Bahasa Tingkat Aliyah diraih oleh kelas 12 Putra dan tingkat MTs oleh kelas 9 Putri. Juara lomba Advertising diraih oleh kelas 11 Putri. Juara lomba Spelling Bee oleh kelas 11 B Putra. Juara Cerdas Cermat Bahasa diraih oleh kelas 9 Putri. Sedangkan lomba pidato Bahasa Arab-Inggris diraih oleh Fauzan Hadi dari kelas 11 Putra. Sedangkan Juara Umum diraih oleh kelas 11 Putra.

Kordinator Bidang Pengembangan Bahasa: Ust. Abdul Haris, Lc MA dalam sambutannnya meminta agar acara ini tidak sekedar ceremonial atau simbol saja, akan tetapi berbahasa Arab dan Inggris harus dipraktekkan sehari-hari. Karena Bahasa (Arab/Inggris) adalah Mahkota Pesantren.

Sementara itu Pengasuh Pesantren KH, Muhammad Jamhuri menyampaikan keinginan dan harapannya, suatu hari Pesantren TEI Multazam akan menjadi Pesantren Internasional, yang santrinya bukan hanya berasal dari Tanah Air saja, namun juga berasal dari manca negara. "Ini mimpi saya, Multazam menjadi Pesantren Internasional. Namun itu bisa tercapai jika kalian para santri  terbiasa berbahasa Arab dan Inggris".Ujarnya.

Pembukaan Program Micro Teaching di Pesantren TEI Multazam Tahun 2022

Amaliyah Tadris Santri Kelas Akhir
Bogor - Program Micro Teaching atau lebih dikenal dengan Amaliyah Tadris (Praktek Mengajar) sudah dimulai pada hari Selasa kemarin (1/2/2022) . Program ini berlaku bagi seluruh santri kelas akhir (kelas 12).

Untuk tahun ini, pembukaan perdana Amaliyah Tadris dilakukan oleh santri bernama Aini Rafida asal Bogor. Beliau mengajar santri kelas 7 dengan mata pelajaran Tamrin Lughoh, dengan tema "Al-Alwaan" (warna-warni).

Dalam menyampaikan materi pelajarannya, Aini menggunakan metode langsung (Direct Methode), dimana para santri tidak diberikan terjemahan dalam bahasa Indonesia, akan tetapi langsung kepada warna-warna yang dikenalkannya, sehingga para santi langsung mencerna arti dan terjemahnya dalam bentuk visual. "Cara in adalah cara tebaik dalam metode pengajaran, terutama mengajar bahasa." Ujar Ustadz Abdul Haris, Lc.MA.yang bertugas sebagai Supervisi Amaliyah Tadris saat memberi ulasannya yang disambut tepuk tangan para santri kelas 12 yang ikut menyaksikan Amaliyah Tadris Perdana ini.

Program Micro Teaching (Amaliyah Tadris) ini akan berlangsung selama dua pekan dan akan berakhir tanggal 15 Pebruari 2022. Nantinya, selama dua pekan tersebut, seluruh santri kelas 12 mendapat giliran melaksanakan micro teaching sesuai jadwalnya masing-masing.

Program Amaliyah Tadris ini menjadi program wajib bagi seluruh santri kelas 12 dan menjadi syarat dapat menikuti ujian akhir kelulusan nanti. Selain amaliyah tadris, prasyarat lainnya adalah mengkoleksi buku materi pelajaran kepesantrenan, baik buku paket maupun buku catatan sejak duduk di bangku kelas 7 hingga kelas 12.