Tim Wushu Kungfu Santri Multazam Raih Juara Umum

Pengasuh Pesantren membuka Lomba Wushu Kugfu

Bogor - Tim Wushu Kugfu Santri  Pesantren TEI Multazam meraih Juara Umum pada Perlombaan Wushu Kungfu antar pelajar se-Jabodetabek pada Ahad kemarin 21 Nopember 2023 di Pesantren TEI Multazam Rumpin - Bogor.

Tim Wushu Kungfu Multazam berhasil meraih 7 emas, 6 perak  dan 7 perunggu. Tiga emas di antaranya diraih oleh Akhi Jagad dalam tiga jurus yang berbeda.

Lomba Wushu Kungfu ini diikuti oleh 100 peserta dari 30 sekolah dan pesantren se-Jabodetabek. Dalam sambutan pembukaan lomba, pengasuh Pesantren TEI Multazam KH. Muhammad Jamhuri, Lc.MA. menyambut baik acara lomba ini, “Karena ini bagian dari upaya menjadi mukmin yang baik dan dicintai Allah, sebagaimana sabda Nabi saw: "Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah dari pada mukmin yang lemah.” Ujarnya mengutip sebuah hadits Nabi.

Sementara itu, Sartono yang juga Pelatih Wushu di berbagai sekolah sekaligus panitia berharap agar lomba ini dijadikan sebagai ajang silaturrahmi antar anggota Wushu sekaligus menakar kemampuan masing-masing sekaligus belajar untuk meningkatkan kemampuannya

.

Pengasuh Pesantren TEI Multazam Berkunjung ke Kuttab Syaikh Abdul Wahid di Maroko : Gunakan Metode Tahfizh Quran dengan Lauhah

 Catatan Rihlah

Bersama santri Kuttab Syaikh Abdul  Wahid di Maroko 
Senin, 13 Nopember 2023 bakda Ashar, kami meluncur dari Casablanca mengunjungi Kuttab (semacam pesantren Tahfizh Quran) yang dipimpin oleh Syaikh Abdul Wahid yang berada di desa Rhall ujung kota Casblanca.. Saat tiba di sana, kami disambut oleh para santrinya karena sang guru mereka masih dalam perlanan menuju Kuttabnya, "Insya Allah ana ajii ba'da isyrin daqiqoh" Katanya dalam bahasa  Arab melalui seluler.(insya Allah saya akan tiba dua menit lagi).

Metode Tahfizh dengan Lauhah di Maroko
Setelah saling berkenalan, dan disuguhkan jamuan makanan ringan berupa roti, madu, zaitun, kacang-kacangan dan teh hangat, sang Syaikh menjelaskan tentang metode yang diterapkan di Kuttab-Kuttab yang ada di Maroko secara umum. Metode pembelajaranya adalah santri menulis ayat yang akan dihafal pada suatu "lauhah" papan, setelah ditulis, santri membacakannya di hadapan sang guru, kemudian sang guru meluruskan hal-hal yang salah dari bacaannya. Kemudian sang guru pun memperbaiki tulisan yang ditulis santri jika ada kesalahan. Setelah itu santri menghafalnya dan menyetorkan hafalannya di hadapan sang guru. Kemudian guru kembali memperbaiki hafalan murid jika terdapat kesalahannya. Kemudian sang murid diperintahkan kembali menulis ulang ayat yang telah dihafalnya di Luahah, lalu jika terdapat kesalahan maka akan diluruskannya. Demikian seterusnya jika murid akan menambah hafalan ayat quran berikutnya.  "Metode ini menguatkan hafalan anak-anak santri kami, bahkan mereka dapat memvisualisasikan antara bacaannya dan huruf-huruf al-Quran yang telah ditulisnya sendiri di Lauhah." Jelas Syaikh Abdul Wahid

Jamuan menu khas Maroko "Kush-kush"
Selanjutnya kami diajak melihat-lihat kegiatan santri-santrinya dalam menghafal al-Quran serta ikut melaksanakan shalat maghrib berjamaah dan dilanjutkan dengan tadarusan. Budaya tadarusan adalah hal yang menjadi kebiasaan atau tradisi warga Maroko,baik dalam Kuttab maupun di luar Kuttab, terutama setiap bakda shalat maghrib dan subuh. Biasanya tadarusan itu sampai rubu' (seperempat juz), sehingga dalam sebulan mencapai khatam al-Quran.

Sebelum pamitan, kami masih disuguhi makam malam dengan menu khas Maroko  berupa kush-kush yang terbuat dari gandum dan jagung