Pesantren TEI Multazam Menjadi Tuan Rumah Pekan Olah Raga dan Seni Madrasah (POSMAD)

Acara Pembukaan POSMAD 2022
Rumpin - Pesantren TEI Multazam ditunjuk KKM (Kelompok Kerja Madrasah) Kecamatan Rumpin menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olah Raga dan Seni Madrasah (POSMAD) se kecamatan Rumpin. Acara ini diadakan untuk menentukan para paeserta yang akan diutus di tingkat Kabupaten Bogor pada awal Nopember nanti.

Pekan Olah Raga dan Seni Madrasah ini dibuka langsung oleh Pengawas Madrasah Tsanawiyah kecamatan Rumpin Ibu Muniroh M. Pd dan didampingi oleh Pengawas Madrasah Aliyah kecamatan Rumpin Ibu Lasmariyah Pardosi M. Pd kemarin (Selasa, 12/19/2022) di Pesantren TEI Multazam. Dalam sambutannya, Ibu Muniroh menyampaikan bahwa KKM Rumpin adalah KKM pertama yang mengadakan POSMAD seperti ini. ia juga berharap dari POSMAD ini lahirnya peserta terbaik yang akan diutus oleh KKM Rumpin menjadi peserta di tingkat kabupaten Bogor.

Ibu Muniroh M.Pd dan Ibu Lasmaria P, M.Pd membuka acara
Sementara itu, ketua KKM Kecamatan Rumpin Bapak H. Drs. Takiyudin M.Pd menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pesantren TEI Multazam yang bersedia menjadi tuan rumah dan menyiapkan segala sesuatunya dalam menyelenggarakan Pekan Olah Raga dan Seni Madrasah (POSMAD). Beliau juga mengajak peserta agar acara ini jadikan sebagai ajang silaturrahim dan memilih peserta terbaik untuk disertakan pada  perlombaan tingkat Kabupaten yang akan dilaksanakan pada 8-9 Nopember mendatang.

Pekan Olah Raga dan Seni Madrasah ini diikuti oleh 11 Madrasah Tsnawiyah (MTS) yang ada di kecamatan Rumpin, yaitu: MTs TEI Multazam, MTs An-Najah, MTs Raudhatut Tauhid, MTs Raudhatus Saadah, MTs Al-Hikam, MTs Al-Khoiriyah, MTs Nurul Huda, MTs Mathlaúl Anwar Cilunyup, MTs Mathlaúl Anwar Barengkok, MTs Hidayatul Ikhwan dan MTs Miftahul Hidayat.

Salah satu cabang lomba yang dipertandingkan
Adapun hasil Pekan Olah Raga dan Seni (POSMAD) adalah sebagai berikut:

Futsal : Juara 1 : AN NAJAH

Volly: Juara 1 Putra: Mts. As Sa'adah, Juara 1 Putri: Mts. An Najah

Badminton:  Juara 1 Putra: Mts. Raudhatut TAUHID, Juara 1 Putri: Mts. PTEI MULTAZAM

SKJ : Juara 1 Putra: An Najah, Juara 1 Putri: Mts. PTEI Multazam

Lari 100M: Juara 1 Putra: Mathahul Anwar, Juara 1 Putri: RaudhatutTauhid

Tenis Meja :Juara 1 Putra: Mts.PTEI Multazam, Juara 1 Putri: Mts. AN NAJAH

Pidato Bhs Indonesia : Juara 1 Putra: Rafif K (AN NAJAH), Juara 1 Putri: Nur Nazmi Fathiyyah (PTEI MULTAZAM)

Pidato Bhs Arab:  Juara 1 Putra: Najmuddin (PTEI MULTAZAM), Juara 1 Putri: Siti Kholifatu Rahmah (PTEI MULTAZAM)

Pidato Bhs Inggris : Juara 1 Putra: Ken Warmadewa (PTEI MULTAZAM), -Juara 1 Putri: Nadya Arifa (PTEI MULTAZAM)

Religi Singer: Juara 1 Putra: An Najah,  Juara 1: Hanifa Nurazkiya (PTEI MULTAZAM)

MTQ: Juara 1 Putra: Habib (PTEI MULTAZAM), Juara 1 Putri: Naila Fauza (PTEI MULTAZAM)

Lomba Hadang: Juara 1: Mts. RAUDATUT TAUHID


Pengurus Pesantren TEI Multazam Adakan Studi Banding ke MAN Insan Cendikia

di Perpustakaan MAN Insan Cendikia Serpong
Serpong - Para pengurus Pesantren TEI Multazam melakukan kunjungan sekaligus studi banding ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendikia Serpong Selasa 11/10/2022.  Rombongan pengurus Pesantren TEI Multazam tiba di lokasi pukul 08.00 wib dan diterima oleh Bidang Humas Bapak H. Yus Kusnandar, M.Pd.

Dalam kesempatan pertemuan tersebut Bapak H. Yus Kusnandar menyampaikan segala hal tentang MAN Cendikia, mulai dari sejarah berdirinya  yang dahulu diprakarsai oleh almarhum BJ. Habibie, hingga seluk beluk dinamika dan problematika para siswa yang pernah terjadi dan kiat menanganinya.

Madrasah kami berorientasi pada pembentukan manusia yang maju dalam imtaq (iman - taqwa) dan iptek (Ilmu pengetahuan dan teknologi), atau sering disebut "Otak Jerman, Hati Makkah". Jelas Pak Yus.

Bersama Kamad MAN Insan Cendikia :Dr. Abdul Basit S.Ag. M.M
Berkaitan dengan masalah kenakalan remaja, beliau menjelaskan, "Kami berusaha agar para siswa sibuk dengan akademi mereka dengan memberi tugas-tugas kepada mereka, sehingga mereka tidak sempat untuk membully sesama temannya." Ujar Pak Yus sekaligus menjawab pertanyaan Ust. Musa Abadi, kabid Kepesantrenan Pesantren TEI Multazam. "Selain itu, siswa baru kami dilarang dikunjungi dan ditelepon oleh orang tua sebelum 40 hari. Setelah itu diadakan pertemuan dan kunjungan dari orang tua dengan memerkan karya-karya mereka selama 40 hari itu yang dibantu oleh kakak-kakak kelas mereka, sehingga sejak awal sudah terjadi saling bantu-membantu diantara mereka. Sebalikya, saat siswa kelas 12 akan perpisahan kelulusan, acara mereka dibantu persiapannnya oleh adik-adik kelas mereka."Tambah Pak Yus.
Humas MAN IC: H. Yus Kusnandar M.Pd

Sementara itu, Pengasuh Pesantren TEI Multazam menyampaikan bahwa perlunya pihak pesantren melakukan studi banding ke MAN Insan Cendikian ini karena hampir setiap tahun siswa di MAN ini meraih prestasi, baik dalam nilai ujian terbaik secara nasional,  maupun banyaknya para alumni diterima di perguruan-perguruan favorit dalam  dan luar negeri, "Sehingga kami perlu belajar dari MAN Insan Cendikia ini". ujarnya dalam kata sambutan.

Usai pertemuan, para rombongan pesantren Multazam diantar melakukan Tour Mini dengan mengunjungi ruang para guru, ruang kerja kepala-kepala bidang, ruang laboratorium serta perpustakaan.


Usai Pandemi, Kegiatan Shalat Tasbih dan Pengajian Bulanan di Pesantren TEI Multazam Dibuka Kembali

Pengajian Bulanan
Bogor - Pandemi Covid 19 yang melanda Tanah Air selama 2 tahun terakhir telah menyebabkan banyak  aktifitas dihentikan, termasuk kegiatan Shalat Tasbih dan Pengajian Bulanan di Pesantren TEI Multazam. Namun setelah berlalunya Pandemi, kegiatan tersebut mulai dibuka kembali. 

Ahad 11 September 2022 kemarin merupakan pembukaan kegiatan Shalat Tasbih dan Pengajian Bulanan yang dapat dihadiri oleh para santri dan wali santri sekeligus melakukan kunjungan kepada putera-puterinya yang sedang nyantri sesuai jadwalnya.

Kegiatan tersebut insya Allah didakan secara rutin pada hari Ahad pekan kedua setiap bulannya, dimulai dengan shalat tasbih mulai pukul 09.00 dan dilanjutkan dengan kajian kitab Mukhtar al-Ahadist serta tanya jawabnya hingga pukul 11.30.

Nampak pada kegiatan tersebut beberapa wali santri membersamai shalat tasbih dan pengajian tersebut bersama para santri.

Bagian terseru pada kegiatan tersebut adalah saat sesi  tanya jawab dari para santri kepada nara sumber langsung, yaitu pengasuh pesantren H, Muhammad Jamhuri. Pertanyaan yang dilontarkan para santri beraneka ragam, baik terkait dengan masalah hukum Islam, fasilitas pesantren hingga masalah-masalah pribadi kehidupan di pesantren.

Pesantren TEI Multazam Berduka: Hj. Nurhayati Istri Pewakaf Pesantren TEI Multazam Telah Wafat

Pesantren TEI Multazam berduka, istri Pewakaf Pesantren Tahfizh dan Ekonomi Islam Multazam  dan ibunda dari Hj. Ratnasari (Ketua Harian Yayasan Multazam Bani HWK) Ibu Hj. Nurhayati binti H. Muhammad Rosyidi telah meninggal dunia menuju rahmat Allah pada hari Kamis, 25 Agustus 2022 pukul 05.05 wib yang lalu di kediaman putranya bernama H, Ahmad Multazam di Jl. H. Sa'álan Koang Jaya Karawaci Kota Tangerang.

Almarhumah meninggal dunia dalam usia 68 tahun dan meninggalkan 3 (tiga) putera (H. Ahmad Fuady, H. Ahmad Multazam, H. Ahmad Zamzami) dan 4 (empat) putri (Hj. Ratnasari, Hj. Kartika Sari, Hj. Puspasari, Hj. Mulia Sari) serta  30 (tiga puluh) cucu dan 4 (empat) cicit.

Lahir di daerah Temanggungan-Rumpin Bogor pada tanggal 17 Agustus 1954 yang lalu. Kemudian menimba ilmu di Pesantren Putri yang terdapat di kawasan Kali Pasir Tangerang pimpinan Nyai Murtafiah (Kini Masjid Tua Kali Pasir). AlMarhumah menikah dengan lelaki pujaannya yang merupakan warga Kali Pasir Tangerang setempat bernama H. Waisul Kurni (alm) pewakaf tanah Pesantren TEI Multazam Rumpin Bogor.

Semasa hidupnya beliau dikenal ahli shodaqoh serta banyak membantu kebutuhan hidup orang dan tetangga. Beliau hampir tidak menolak siapa saja yang datang  meminta bantuannya. Jika lebaran tiba,  semua tetangga, dekat atau jauh, dewasa dan anak-anak selalu mengunjungi rumah almarhumah dan beliau tidak absen memberi persenan lebaran buat anak-anak tetangga yang datang.

Beliau juga dikenal dengan sifat sabar dan rasa optimisme hidupnya yang tinggi. Terbukti meskipun beliau divonis penyakit struk dan diperidiksi dokter tidak akan lama lagi hidupnya, namun beliau dapat bertahan hingga sekitar 30 tahun sejak vonis tersebut dikeluarkan. Demikian juga musibah jatuh yang menyebabkan beliau harus menggunakan kursi roda puluhan tahun lamanya.

Beliau juga yang melanjutkan cita-cita almarhum suaminya yang telah wafat tahun 2007 untuk mendirikan lembaga pendidikan, sehingga beridirlah Pesantren TEI Multazam pada tahun 2010 yang diasuh oleh Muhammad Jamhuri dan putrinya Ratnasari. Dengan modal awal berupa dana pensiun almarhum suaminya beliau mulai mendirikan majlis taklim yang kemudian dijadikan asrama santri dan kini dijadikan sebagai kantin santri putera.

Beliau juga mengajak putera-puterinya untuk ikut mensupport dan mengembangkan pesantren tersebut yang merupakan wasiat dan amanah almarhum Bapak H. Waisul Kurni, sehingga Pesantren TEI Multazam lambat laun menjadi pesantren yang dikenal masyarakat Jabodetabek bahkan luar Jawa.

Almarhumah  dimakamkan di komplek Pesantren TEI Multazam Rumpin-Bogor.

Kini beliau telah meninggalkan kita dengan peninggalan amalnya yang masih dirasakan oleh para santri, guru dan anak cucunya serta masyarakat. Semoga Allah swt memaafkan segala kekhilafannya dan menerima segala amal shalih nya. Aamiin ya Rabbal Alamin.

MoU Kerjasama Pendidkan Antara Ms Asia Malaysia dan Pesantren TEI Multazam

Bertempat di hotel Fave Puri Indah Jakarta telah ditandatangani MoU Kerjasama antara MS-Asia dan Pesantren TEI Multazam pada hari ini Sabtu, 13 Agustus 2022.

Kerjasama mencakup Kursus Bahasa Arab dan Bahasa Inggris di Internasioanl Laguages Village Malaysia, melanjutkan kuliah di kampus-kampus Malaysia, Trip Education in Malaysia (Wisata Pendidikan), dan pembelajaran Robotic.

Dalam MoU tersebut Pihak Ms Asia diwikili oleh DR. Abdul Latif al-Fadni dan pihak Pesantren Multazam diwakili oleh Ust. Abdul Haris Nasution Lc, MA.

Acara MoU ini juga dihadiri oleh beberapa lembaga pendidikan lainnya., terutama  Pesantren Al-Hijaz Bogor sebagai penyelenggara acara.

Semoga para santri dan alumni Pesantren Multazam dapat memanfaatkan kesempatan  ini