Santri Pesantren TEI Multazam Mengisi Liburan Dengan Silaturrahim Konsulat

Santri Putri Konsulat Kab, Tangerang (Barat)
Jabotabek - Di tengah-tengah liburan, para santri mengisi masa liburannya dengan berbagai aktifitas positif, antara lain dengan acara Silaturrahim di masing-masing konsulat/daerah. Saat ini telah terbentuk lima konsulat, yaitu: Kosnsulat Kabupaten Tangerang, Konsulat Kota Tangerang, Konsulat Tangerang Selatan, Konsulat Jakarta dan Konsulat Bogor.

Santri Putra Konsulat Kota Tangerang

Santri Putri Konsulat Kab. Tangerang (Utara)
Kepengurusan masing-masing konsulat telah dibentuk sepekan sebelum Ujian Tengah Semester (UTS) bulan Nopember lalu. Dan pasca ujian semester, mereka langsung mengadakan acara aksi silaturrahim di masing-masing konsulat.

Tiap santri di konsulat masing-masing membuat acara sesuai kondisi dan ide masing-masing. Sebagai berikut

  1. Konsulat Kabupaten Tangerang Putri, mengadakan acara "Padangan" pada 29 Desember 2021 di Ayam Jago Bumbu Desa/ Bang Jago Cofee, Pasar Kamis dan acara "Sharing Time" pada hari yang sama dan dipusatkan di Masjid Agung Al-Amjad Tigaraksa. Sedangkan santri putranya mendakan acara KABAKSOS (Kajian dan Bakti Sosial)
  2. Konsulat Kota Tangerang Putra, dengan acara  "Good Time"pada 28 Desember 2021 di rumah santri bernama Rasyid, Karawaci
  3. Konsulat Jakarta Putra, mengadakan acara "NGOPI" (Ngobrol Bareng Perkara Iman) di rumah Salman. Juga acara "Inovasi Santri Membangun Negeri" berlokasi di Monas pada  2 Januari yang akan datang
  4. Konsulat Kota Tangerang acara: Jalin Ukhuwah di masjid raya Al-A'zhom Kota Tangerang pada 2 Januari 2021 yang akan datang.
  5. Konsulat Kota Tangsel. Acara: "Sharing Tim" , bertempat di Taman Kota 1 pada 2 Januari mendatang 
Diadakannya pembentukan pengurus konsulat adalah untuk memperkuat ukhuwah islamiyah antar santri sedaerahnya serta menumbuhkan sikap peduli dan empati kepada lingkungan di daerahnya masing-masing, selain mengisi masa liburan dengan hal-hal yang baik dan positf.


Bersama Universitas Al-Azhar Indonesia, Seminar "Inovasi Mendidik Santri Milenial Berbasis Konseling Islam" Diadakan di Multazam

Berfose bersama usai Seminar
Bogor - Seminar bertema "Inovasi Mendidik Santri Milenial Berbasis Konseling Islam" diadakan di Pesantren Tahfizh dan Ekonomi Islam Multazam pada Rabu 17/11/2021.

Seminar ini diadakan oleh para mahasiswi Universitas Al-Azhar Islam (UAI) yang baru saja menyelesaikan tugas PPL-nya selama sebulan di Pesantren TEI Multazam dalam bidang konseling Islami kepada para santri dan guru pesantren.

Hadir memberikan materi dalam seminar itu H. Abdullah Hakam Syah, Lc, MA dan Rizqy Maulida, M.Si. Mereka adalah dosen pada Prodi Pendidikan Konseling Islam Universitas Al-Azhar Indonesia, Jakarta.

Dalam paparannya, H. Abdullah mengajak peserta seminar untuk melakukan inovasi dalam mengajar karena misi guru adalah menyiapkan santri untuk menghadapi kehidupan di zamannya, bukan untuk zaman gurumya. Beliau mempetakan generasi dalam tiga Gen (generasi) yakni Gen X, Gen Y dan Gen Z. Gen X adalah generasi kelahiran tahun 1940, Gen Y adalah generasi kelahiran 1970-an dan Gen Z generasi kelahiran tahun 2000-an. Generasi X masih tradisonal, sedang Gen Y sebagian telah mengenal gedget, sedangkan Gen Z akan mengalami teknologi yang lebih maju lagi. "Kami dahulu berdakwah terbatas di majlis taklim saja dengan pendengar yang terbatas juga. Tetapi sekarang, kami dapat mengisi pengajian dengan menggunakan medsos yang pendengarnya bisa luas hingga ke luar negeri."

Sedangkan Rizqy Maulida M.Si mendorong disediakannya guru konseling di pesantren-pesantren, karena permasalahan di pesantren lebih komplek lagi mengingat kehidupan santri yang bersifat 24 jam. Beliau juga mendiagnosa, persoalan psikis santri juga dapat diakibatkan oleh sebab yang sudah ada sebelum dia masuk pesantren, seperti keluarga yang broken home, gamers dan lainnya.

Acara seminar ini juga merupakan penutupan dari PPL para mahasiswi UAI yang berjumlah lima orang. Salah seorang mahasiswi menangis sedih saat memberi sambutannya karena terkesan indah selama tinggal sebulan di Pesantren TEI Multazam. "Saya tersanjung saat santri memanggil saya ustazah dan selalu memuliakan saya baik saat antri mandi atau lainnya" Ujarnya sambil mengeluarkan air mata dan terhenti bicara sejenak karena menangis sedih.

Shalat Tasbih dan Pengajian Bulanan di PTEI Multazam Kembali Dibuka

Shalat Tasbih Berjamaah
Bogor - Setelah sempat dihentikan di masa pandemi Corona-19, akhirnya kegiatan Shalat Tasbih dan Pengajian Bulanan kembali dibuka Ahad kemarin 14/11/2021.

Dihentikannya shalat tasbih tersebut karena adanya kegiatan pramuka pada setiap Ahad. Hal tersebut dikarenakan diberlakukannya sistem pembelajaran shift akibat pandemi Corona-19.

Dibukanya kembali kegiatan shalat tasbih dan pengajian bulanan karena adanya kerinduan sebagian santri dan ustadz akan suasana sholat tasbih bersama dan pengajian bulanan.

Pengajian Bulanan
Salah satu hal yang dirindukan para santri adalah sesi pertanyaan secara langsung dan terbuka kepada pengasuh pesantren dalam kegiatan pengajian bulanan kitab "Muhtar Ahadizt". 

Dibanding pengajian pekanan yang waktunya terbatas, pengajian bulanan ini tersedia waktu yang luas bagi para santri untuk bertanya dan berdialog langsung dengan pengasuh. 

Usai pembacaan kitab, para santri diberi kesempatan mengajukan pertanyaan, baik yang bekaitan dengan isi kitab, hukum, maupun berkaitan dengan masalah pesantren. Di antara pertanyaan yang diajukan para santri adalah tentang kapan dibukanya kembali mudif (kunjungan) orang tua secara bebas masuk ke dalam lingkungan pesantren seperti saat sebelum pandemi Covid-19? Ada pula pertanyaan seputar agenda pesantren dalam waktu dekat, serta pertanyaan tentang kerusakan beberapa fasilitas di pesantren.

Dalam kesempatan itu, pengasuh pesantren KH. Muhammad Jamhuri menjawab dengan lugas dan terbuka, bahwa dibukanya kembali mudhif dilakukan secara bertahap, di antaranya dengan penjadwalan kunjungan dan antara santri serta orang tua dapat bertemu di sebuah ruangan yang sesuai dengan prokes yang disediakan. Sedangkan tentang agenda pesantren dalam waktu dekat antara lain dibukanya pendaftaran calon santri baru mulai 14 Nopember, ujian akhir tahun (UAS) pada awal Desember serta liburan semester pertama pada akhir Desember. Adapun kerusakan fasilitas asrama akan segera ditindak lanjuti meskpun harus dicek ulang secara menyeluruh  tentang sebab kerusakannya tersebut agar perbaikannya tidak tambal sulam.

Berbeda dengan masa sebelum pandemi dimana orang tua dan masyarakat dapat mengikuti kegiatan ini, sholat tasbih dan pegajian bulanan kali ini belum dapat diikuti oleh para tamu dan orang tua santri karena masih mempertimbangkan pandemi meskipun para santri telah divaksin dan menurunnya lonjakan corona.

Al-Anshor; Binaan Pesantren TEI Multazam Kini Miliki 23 Santri Perdana

Bersama para santri pertama PP. Al-Anshor Cilacap
Bogor - Pondok Pesantren Al-Anshor yang beralamat di Desa Ciheuleut Limbangan Majenang Cilacap - Jawa Tengah,  kini memiliki dan mendidik santri perdananya berjumlah 23 orang. "Kini alhamdulillah, kami memiliki 23 santri putra dan putri." Demikian disampaikan oleh H. Suyatno, Ketua Yayasan Al-Anshor dalam sambutannya pada acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di Pesantren Al-Anshor Cilacap, kemarin 30/10/2021.

Yayasan Al-Anshor sejak kelahirannya pada tahun 2010 ingin bermitra dengan Muhammad Jamhuri. Namun saat itu belum terealisasi, karena tahun itu bersamaan dengan mulai dirintisnya Pesantren TEI Multazam. Sehingga yayasan Al-Anshor itu hanya mampu membuka pengajian tingkat anak-anak/Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Lalu setelah 10 tahun kemudian, Bapak H, Suyatno kembali meminta bantuan pengelolaan pesantren kepada Muhammad Jamhuri yang kini menjadi Pengasuh Pesantren TEI Multazam. Kemudian beliau pun mengutus para santri alumninya ke pesantren Al-Anshor di Cilacap, sehingga kini untuk pertama kalinya Pesantren Al-Anshor memiliki dan mendidik Santri Perdananya sebanyak 23 santri putra-putri. Para santri tersebut datang dari kampung lokasi pesantren serta kampung-kampung sekitarnya. Bahkan ada satu santri yang berasal dari Tangerang-Banten.

Saat ini terdapat 5 (lima) santri Alumni Multazam yang ditugaskan di Pesantrenn Al-Anshor tersebut, mereka adalah: Hlimi Faris (Angkatan 5), Arya dan Arlan (angkatan 6), Icha Aulia Ningtyas (angkatan 5) dan Aulia (angkatan 6). Sebelumnya diutus pula 3 (tiga) alumni sebagai perintis pertama, yaitu Niam Masykur dan Anwar (angkatan 5) serta Maulana (angkatan 3).

"Insya Allah kualitas pendidikan di pesantren Al-Anshor sini akan setara dengan pesantren TEI Multazam, karena kurikulum dan sistemnya diambil dari Pesantren TEI Multazam, demikian juga para guru yang mengajarnya berasal dari alumni Multazam." Tutur KH, Muhammad Jamhuri di sela-sela menyampaikan ceramah Maulidnya pada acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw tersebut.

Beliau menambahkan, "Kalau dibanding sekolah di luar, maka memondokkan anak di pesantren itu lebih banyak nilai plusnya, karena anak dididik selama 24 jam, baik sekolah, mengaji , ibadah maupun life skill-nya. Bahkan dilihat dari segi biaya pun, nyantri di pesantren lebih murah dibanding di luar. Bayankan, jika disini bayaran hanya sekitar 400-500 ribu rupiah perbulan tapi lengkap dengan makan tiga kali sehari dan sudah dengan biaya sekolah dan ngaji. Maka itu sudah sangat ringan. Jika dibanding makan di warteg saja harga termurah Rp.10.000, jika tiga kali sehari maka 10.000 x 3 x 30 hari (bulan) maka sudah 900.000, belum lagi biaya spp dan transportasi angkot/ojeknya?" Ujar Jamhuri disambut senyum para hadirin.

Dalam ceramah hikmah Maulid, KH, Muhammad Jamhuri juga menyampaikan bahwa salah satu kiat agar dapat mencintai dan dicintai Rasulullah saw, adalah dengan mengenalkan Nabi saw, keluarganya serta sahabat-sehabatnya. Salah satunya adalah mengenalkan mereka kepada anak-anak kita. "Tak Kenal Maka Tak Sayang". Sayangnya, -menurut Jamhuri- anak-anak kita lebih kenal tokoh Ipin-Upin dari pada Hasan-Husein. Mereka lebih mengenal para hero Supermen, Spiderman dari pada hero Kholid bin  Walid atau Umar bin Khattab. "Maka pesantren adalah tempat yang baik untuk mengenalkan anak-anak kita pada Nabi dan tokoh-tokoh pejuangnya". Tambahnya lagi.

Usai acara peringatan Maulid, Pengasuh Pesantren TEI Multazam pun beramah tamah dengan ketua Yayasan Al-Anshor, masyarakat dan para santri alumni yang bertugas pengabdian di Pesantren Al-Anshor.


Pondok Pesantren Syafa'atur Rasul - Riau Berkunjung Ke Pesantren TEI Multazam

Befose di depan kampus 2 Multazam
Bogor - Pondok Pesantren Syafa'atur Rasul yang beralamat di Batu Ampar Beringin Teluk Kuantan - Kuansing, Riau berkunjung ke Pesantren Tahfizh dan Ekonomi Islam Multazam hari ini (Senin, 25/10/2021). Rombongan dipimpin langsung oleh pimpinan pesantren KH. Dr. Hamdani Purba, Lc. MA dan didampingi oleh salah satu pimpinan Pesantren Al-Kahfi;  KH. Yana Lukman Hakim, Lc. MA al-Hafizh. Mereka disambut oleh pengasuh pesantren dan para kabid Pesantren TEI Multazam

Dalam kunjungan tersebut rombongan berdialog tentang banyak hal tentang kepesantrenan, antara lain tentang sistem aplikasi manajemen keuangan, sistem program takhassus tahfizh, pengadaan air panas untuk para santri, problematika yang sering terjadi dalam mengurus para santri, serta kurikulum.

Ust.Sutarya menjelaskan aplikasi IDN-Multazam
Tentang aplikasi manajemen keuangan, Ust. Sutarya kabid keuangan dan ekonomi menjelaskan bahwa sistem pembayaran spp dan lain-lain, PTEI Multazam bekerjasama dengan IDN (Infra Digital Nusantara) hal mana, para wali santri dapat membayar spp dan kewajiban keuangan lainnya melalui aplikasi IDN-Multazam, dapat dilunasi melaui bank, mini market, Go Pay, OVO dan lainnya. Penjelasan ini menarik perhatian rombongan karena lebih simpel dan lebih terdata dengan rapi. Bahkan para wali santri mendapat notifikasi setiap datang tanggal pembayaran.

Sementara Ust Abdul Haris Lc MA dari  Kabid LTQ dan Pengembangan Bahasa menjelaskan bahwa sistem takhassus adalah sistem khusus yang dibuka untuk santri yang memiliki bakat dan keinginan untuk menghafal al-Quran. Sehingga dengan sistem ini para peserta takhassus tersebut dapat menghafal dalam masa satu tahun.

Sedangkan Ust. Abdul Afif S.EI sebagai kabid Kemadrasahan, menjelaskan tentang kurikulum ekonomi Islam yang diberikan kepada para santri sejak duduk di kelas 7 hingga 12, serta disediakan tempat magang berbisnis bagi santri setiap hari Ahadnya.

Usai berdialog, rombongan juga meninjau tempat-tempat fasilitas pesantren, antara lain fasilitas air panas untuk para santri serta cara kerja sistem tersebut, serta fasilitas kunjungan para wali santri di masa pandemi. Sistem ini membolehkan wali santri bertemu dengan putra-putrinya, namun disekat dengan kaca plastik agar tidak ada sentuhan dan tetap menjaga prokes.